Advertisement

Cara Menanam Hidroponik Itu Mudah

Cara menanam hidroponik baik itu menanam sayuran dengan hidroponik ataupun buah-buahan hidroponik tentu akan sangat menarik untuk di ulas. Seperti kita ketahui bahwa hidroponik merupakan asal kata hidro yang artinya air dan ponos yang artinya kerja. Itu merupakan istilah yang berasal dari yunani. Sehingga hidroponik menjadi kata yang dipakai untuk menyebut suatu teknik menanam menggunakan media air. Jadi disini media yang digunakan bukan tanah seperti saat kita menanam pohon pada umumnya.

Teknik cara menanam hidroponik ini pertama kali diperkenalkan oleh A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke yang juga berasal dari universitas yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan media air.

Kalau dilihat dari media tanam yang dipakai maka secara umum teknik menanam hidroponik terbagi menjadi 3 kategori yaitu cara menanam hidroponik dengan kultur air, hidroponik kultur agregat dan hidroponik nutrient film technique.

cara menanam hidroponikPada teknik hidroponik kultur air ini tanaman ditumbuhkan pada media tertentu dimana pada bagian dasar terdapat larutan yang mengandung nutrisi atau unsur hara makro dan mikro, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut.

Selain teknik kultur air ada juga teknik hidroponik dengan kultur agregat dimana media tanam yang dipakai adalah kerikil, pasir, arang sekam padi (kuntan), dan lain-lain. Semua media tanam hidroponik tersebut pertama-tama haruslah melalui proses disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemberian hara dengan cara mengairi media tanam atau dengan cara menyiapkan larutan hara dalam tangki atau drum, lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.

Untuk teknik Nutrient Film Technique maka cara menanam hidroponik ini adalah tanaman dipelihara dalam selokan atu parit yang sempit dan panjang yang dibuat dari lempengan logam tipis tahan karat. Di dalam saluran tersebut dialiri air yang mengandung larutan hara. Maka di sekitar akar akan terbentuk film (lapisan tipis) sebagai makanan tanaman tersebut.

Saat Anda melakukan penanaman secara hidroponik maka Anda harus memperhatikan faktor-faktor penting dalam bercocok tanam secara hidroponik ini sehingga hasil yang diperoleh maksimal. Baik itu dalam membuat hidroponik sederhana, cara membuat tanaman hidroponik di rumah untuk pemula ataupun hidroponik modern.

Advertisement

Cara Menanam Hidroponik

Beberapa hal pokok yang harus diperhatikan dalam menanam secara hidroponik adalah unsur hara, media tanam hidroponik, oksigen dan air.

contoh hidroponik

Seperti halnya pada tanaman non hidroponik maka kebutuhan akan unsur hara juga cukup penting untuk tanaman hidroponik. Hanya saja karena pada tanaman hydroponik media yang ada cuma berfungsi untuk menopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan.

Unsur hara tersedia bagi tanaman pada level pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman.

Unsur hara terbagi menjadi unsure hara makro dan unsure hara mikro. Pada unsur hara makro kebutuhan tanaman akan unsur ini cukup tinggi. Selain diperlukan dalam jumlah besar juga harus memiliki kosentrasi dalam larutan cukup tinggi. Unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan kebutuhan tanaman akan unsur hara mikro kebih rendah konsentrasinya. Unsur mikro ini meliputi Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Perlu diketahui bahwa tiap tumbuhan memiliki kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda. Kebutuhan akan unsur hara ini dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhannya dan juga dipengaruhi oleh jenis dari tanaman itu sendiri.

Cara membuat larutan hara adalah dengan cara melarutkan pupuk dalam air. Beraneka macam jenis pupuk bisa dipakai untuk membuat larutan hara hal ini dapat disesuaikan dengan budget Anda. Untuk hidroponik sederhana Anda bisa memanfaatkan pupuk hidroponik yang murah terlebih dahulu.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan dari media tanam hidroponik yang dipakai. Akan sangat perlu memilih media tanam yang baik karena kunci dari baik tidaknya pertumbuhan tanaman hidroponi ditentukan oleh pemilihan media tanam ini. Media tanam ini berfungsi untuk menjaga kelembaban, penyediaan unsur hara dan juga sebagai drainase air. Sangat penting bagi anda untuk memahami cara menanam hidroponik terkait dengan pemakaian media hidroponik ini.

Media tanam yang dipakai harus dipastikan tidak megandung zat beracun yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman hidroponik. Pilih media tanam yang dapat menyediakan air, unsur hara dan juga oksigen.

Media tanam hidroponik yang biasa dipakai adalah media tanam yang berbahan dari pasir, pecahan batu bata, kerikil, arang sekam, spons, dan sebagainya.

Bahan yang dipakai sebagai media tumbuh cukup mempengaruhi sifat lingkungan media. Seperti tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berbeda antara media tanam yang satu dengan media tanam yang lain tergantung dari bahan yang dipakai sebagai media tanamnya.

Arang sekam (kuntan) merupakan sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna,dan sudah banyak dipakai sebagai media tanam. Media tanam arang sekam saat ini dengan mudah bisa kita dapatkan karena banyak dijual dipasaran. Arang sekam ini memiliki kandungan beberapa unsur dengan komposisi paling besar SiO2 sebesar 52% dan C sebesar 31%. Disamping itu arang sekam juga megandung beberapa unsur lainnya seperti Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah yang lebih kecil serta bahan organik.

Karakteristik dari media tanam arang sekam adalah sangat ringan sekaligus kasar. Kondisi pada arang sekam ini memungkinkan sirkulasi udara tinggi karena terdapat banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, memiliki pH tinggi (8.5 –9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

Keberadaan oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membrane sel menurun, sehingga dinding sel makin sukar untuk ditembus, Akibatnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini juga sebagai penjelasan mengapa tanaman hydroponik menjadi layu pada kondisi tanah yang tergenang.

Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara secara berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.

Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman.

Video Cara menanam Hidroponik sederhana

Keuntungan dan Kekurangan Menanam Hidroponik

Keuntungan tanaman hidroponik adalah dari segi biaya produksi lebih murah, hemat dalam pemakaian air, hemat dalam pemakaian pupuk dan juga hasil tanaman persatuan luas lebih banyak. Dengan cara menanam hidroponik ini maka tanaman dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu tenaga kerja yang dibutuhkan akan lebih sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, kontrol air, hara dan pH lebih teliti, masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau di garasi (dalam ruangan lain) dengan tambahan lampu.

Selain ada keuntungan pasti juga ada kekurangan yaitu ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hydroponik agak sulit dan diperlukan investasi awal yang besar. Setelah anda memahami cara menanam hidroponik ini tentu akan mudah mengaplikasikannya dan mempraktekannya. Mulailah untuk mencoba hidroponik sederhana terlebih dahulu setelah betul betul memahami kerja sistem hydroponik ini Anda bisa meningkatkan investasi hidroponik Anda.Tanaman hidroponik,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *