Advertisement

Hidroponik Sistem Deep Flow Technique Sederhana

Hidroponik Sistem Deep Flow Technique – Deep Flow Technique adalah salah satu metode pengairan yang dipakai untuk tanaman hidroponik, caranya adalah dengan meletakkan akar tanaman si lapisan air dengan kedalaman 4 sampai dengan 6 cm.

Sebelum lebih jauh mengenal tentang system DFT ini, Anda harus tahu apa itu hidroponik, menurut Wikipedia, Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Air yang dibutuhkan benar benar dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman.

Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Hidroponik Sistem Deep Flow TechniqueBertanam tumbuhan hidroponik dengan system deep flow technique sangat memerlukan pasokan tenaga listrik yang berguna unruk mensirkulasikan air ke dalam saluran – saluran air dengan menggunakan pompa.

Untuk menghemat penggunaan listrik, Anda bias menggunakan timer yang berguna untuk mengatur waktu kerja pompa tersebut.

Advertisement

Dengan adanya timer tersebut maka semi otomatisasi kerja pompa pada deep flow sistem ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Kelebihan Bertanam Hidroponik Sistem Deep Flow Technique

Sistem Deep Flow Technique (DFT) ini memiliki kelebihan diantaranya adalah, pada saat aliran listrik padam lautan nutrisi akan tetap tersedia untuk tanaman, karena dengan menggunakan system  ini larutan nutrisinya mencapai di kedalaman 6 cm.

Selain memiliki kelebihan, teknik bercocok tanam hidroponik sistem deep flow ini juga memiliki kekurangan. Lalu untuk kekukarangannya adalah, system ini membutuhkan larutan nutrisi lebih banyak dibandingkan dengan system Nutrient Film Technique.

Prinsip Kerja Hidroponik Sistem Deep Flow Technique

Prinsin kerja dalam system deep flow technique (DFT) ini adalah mensirkulasi larutan nutrisi tanaman secara terus menerus selama 24 jam dalam rangkaian aliran air tertutup.

Larutan nutrisi yang ada dalam tangki akan dipompa menuju bak – bak penanaman melalui pipa – pipa irigasi, lalu larutan nutrisi tersebut akan dialirkan kembali menuju tangki.

Jenis Tanaman yang Dapat Menggunakan Hidroponik Sistem Deep Flow Technique

Beberapa jenis tanaman hidroponik yang dapat di tanam menggunakan system Deep Flow Technique ini biasanya adalah sayur – sayuran seperti Bak Choy, Brokoli, Sawi, Kalian, Bayam, Kangkung, tomat, bawang dan Strawberry.

Nah itulah cara bertanam hidroponik dengan system deep flow technique.

Sudah tidak sabar ingin segera mencoba bercocok tanam hidroponik..? semoga bermanfaat dan salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *