Advertisement

Irigasi Tetes Kelebihan dan Kekurangannya

Dalam dunia hidroponik ada istilah mengenai Irigasi tetes. Apa sebenarnya irigasi tetes tersebut? Irigasi tetes merupakan suaui metode pengairan atau irigasi untuk menghemat pemakaian air dan pupuk yang disalurkan kepada tanaman.

Cara kerjanya adalah air dan pupuk cair akan ditetekan secara perlahan lahan secara terus menerus dengan frekwensi yang tinggi. Metode irigasi tetes ini bisa dilakukan melalui permukaan tanah atau di dalam tanah langsung menjuju akar tananman.

Untuk menghasilkan tetesan tetesan air ini maka diperlukan komponen alat yang disebut sebagai emitor atau emitter. Emitor atau emitter ini gunanya untuk menurunkan tekanan air dan menyalurkan air dalam jumlah tertentu.

irigasi tetes2Sistem Irigasi tetes sendiri sebenarnya sudah dikenal dan dipakai sejak zaman kuno. Dimana pada zaman itu orang akan mengisi pot tanah liat yang terkubur dengan air, yang pelan-pelan merambat ke rumput. Sedangkan system teknologi irigasi tetes modern sendiri ditemukan di Israel.

Kelebihan dan kekurangan Sistem Irigasi tetes.

Irigasi tetes memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan metoda irigasi lainnya. kelebihan irigasi tetes antara lain:

a. Meningkatkan nilai guna air – Bila dibandingkan dengan metode irigasi lainnya maka penggunaaa metode irigasi tetes akan menhemat air dalam kata lain air yang dipakai lebih sedikit. Penghematan air ini disebabkan pemberian air langsung pada tanamandengan jumlah yang sedikit sehingga evaporasi air dapat ditekan. Demikian juga dengan transpirasi dari gulma bisa ditekan karena air haya diteteskan langsung ke sekitar tanaman.

b. Meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil – Terjadinya perubahan dari kelembaban tanah yang cukup tinggi bisa diatasi dengan menerapkan sistem irigasi tetes ini. Sehingga dengan pemakaian irigasi tetes kelembaban tanah dipertahankan pada tingkat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman.

Advertisement

c. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemberian – Untuk memberikan asupan pupuk atau bahan kimia sagat mudah. Kita hanya cukup mencampur pupuk atau bahan kimia yang akan diberikan ke tanaman dicampur dengan air irigasi. Degan metode ini maka pupuk atau bahan kimia yang dipakai akan menjadi lebih sedikit dan frekuensi pemberian lebih tinggi serta distribusinya Cuma pada sekitar akar tanaman.

d. Menekan resiko penumpukan garam – Dengan irigasi tetes maka air diberikan secara terus menerus sehingga degan metode pemberian air yang terus menerus dapat melarutkan dan menjauhkan garam dari akar tanaman.

e. Menekan pertumbuhan gulma – Lokalisasi pemerian air pada irigasi tetes dimana hanya diberikan pada terbatas di daerah sekitar tanaman bisa menekan pertumbuhan gulma yang biasanya mengganggu tanaman.

f. Menghemat tenaga kerja – Dengan menerapkan sistem irigasi tetes maka pengoperasian penyiraman tanaman bisa diotomatisasi. Dengan demikian maka tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Demikia pula akan berimbas pada penghematan tenaga kerja pada pekerjaan pemupukan, pemberantasan hama dan penyiangan yang juga dapat dikurangi.

Selain kelebihan ada juga kelemahan dan kekuarangan dari system irigasi tetes ini. Adapaun Kelemahan atau kekurangan dari metode irigasi tetes adalah sebagai berikut:

a. Memerlukan perawatan yang intensif – Berberapa permasalahan yang sering timbul dari system irigasi tetes adalah adanya penyumbatan pada emitter. Penyumbatan pada penetes akan mempengaruhi debit dan keseragaman pemberian air. Oleh sebab itu maka sangatlah perlu untuk selalu rutin melakukan perawatan yang intesif dari jaringan irigasi tetes sehingga terjadinya resiko penyumbatan bisa diatasi.

b. Penumpukan garam – Hal ini terjadi bila air yang dipakai untuk irigasi adalah air yang mengandung garam yang tinggi Bila memakai teknik irigasi tetes ini pada derah yang kering maka resiko penumpukan garam menjadi tinggi.

c. Membatasi pertumbuhan tanaman – Pemberian air yang terbatas pada irigasi tetes menimbulkan resiko kekurangan air bila perhitungan kebutuhan air kurang cermat.

d. Keterbatasan biaya dan teknik – Dalam pembuatan sistem irigasi tetes membutuhkan investasi yang tinggi. Selain itu, teknik yang tinggi diperlukan untuk merancang, mengoperasikan dan memeliharanya.

Demikian kelebihan dan kekurangan sistem irigasi pada tanaman hidroponik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *